The Rain GP Records
Badai Romantic Project – Melamarmu

The Rain

The Rain

Band yang kini berusia lebih dari satu dekade ini telah merilis lima album studio. Album pertama The Rain, Hujan Kali Ini, dirilis pada tahun 2003. Album ini mendapatkan Golden Award dan terjual sebanyak 140 ribu kopi. Lewat album perdana ini mereka mulai sering diundang ke berbagai penjuru Indonesia. Beberapa lagu di album ini dipakai menjadi theme song beberapa sinetron dan FTV. Single Dengar Bisikku dan Terimakasih karena Kau Mencintaiku hingga saat ini masih mendapat airplay yang tinggi di banyak radio di seluruh Indonesia.

Dua tahun setelah album pertama dirilis, The Rain menyelesaikan album Senandung Kala Hujan, Beberapa lagu di album ini kembali menjadi theme song di sinetron dan FTV. The Rain semakin matang di panggung dan semakin serius menggarap konsep pertunjukan mereka. Sepanjang 2004-2006, sebagian besar konser mereka tercatat sold out.

Pertengahan tahun 2007, album Serenade dirilis. Sebuah album yang mendapat review yang positif di banyak media. Tak lama kemudian, The Rain menjadi nominator dalam IKONTM ASEAN Music Initiative Awards. Pada tahun 2008, The Rain menjadi nominator Bands Who Can Free Their Voice dalam sebuah festival musik tahunan di Indonesia, bersama dengan J-Rocks, Padi, dan beberapa band lain. Tak lama kemudian, The Rain terlibat dalam tur Rising Stars, sebuah tur yang semakin mengukuhkan posisi mereka di dunia musik Indonesia.

Di awal 2009, album Perjalanan Tak Tergantikan dirilis. The Rain mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia sebagai pemrakarsa penggunaan payung terbanyak dalam sebuah video untuk single Boleh Saja Benci. Tak lama setelah dirilis, Boleh Saja Benci masuk dalam Top 10 RBT terlaris di salah satu provider seluler.

Pada bulan Juli 2010, mereka merilis Komik Cihuy Anak Band, sebuah komik banyolan tentang realita dunia anak band di Indonesia. Komik ini menjadi bahasan di skala nasional, mengundang perhatian dari banyak pihak karena mengangkat hal-hal yang selama ini jarang diangkat. Lewat Komik Cihuy Anak Band, The Rain membawa sesuatu yang beda di industri musik Indonesia.

Menandai awal 2011, sadar bahwa tak memiliki cukup waktu untuk menyelesaikan album berikutnya, The Rain merilis sebuah single lepas berjudul Bermain Dengan Hatiku. Tak lama kemudian mereka menjalani tur Jagoan Muda ke puluhan sekolah selama beberapa bulan. Setelah tertunda pengerjaannya karena tur panjang, album kelima, Jingga Senja dan Deru Hujan, dirilis pada akhir Februari 2012, dua bulan setelah perayaan satu dekade The Rain.

Satu setengah tahun setelah Jingga Sengga dan Deru Hujan, The Rain kembali masuk studio untuk mengerjakan sebuah proyek single. Sebuah single yang pengerjaannya memakan waktu hingga berbulan-bulan. Penggarapan single terlama sepanjang karir kuartet asal Jogja ini. Di tengah jalan, Stephan Santoso dari Musikimia bergabung sebagai produser. Lalu mereka mengajak Endank Soekamti ‒ sahabat seperjuangan beda genre dari Jogja ‒ untuk ikut mengisi suara di beberapa bagian lagu. Proses rekamannya cukup unik. “Rekaman surat-menyurat,” ujar Indra. Setelah basic tracks direkam di Jakarta, hasilnya dikirim ke Jogja dimana Endank Soekamti melanjutkan dengan isian mereka. Lalu hasilnya dikirim balik ke Jakarta untuk proses mixing dan mastering. Single berjudul Terlatih Patah Hati tersebut dirilis pada 18 November 2013.

DISKOGRAFI

  1. HUJAN KALI INI (2003). Singles: Dengar Bisikku, Terimakasih Karena Kau Mencintaiku, Jangan Pergi.
  2. SENANDUNG KALA HUJAN (2005). Singles: Tolong Aku, Bulan Sabit, Kau Buat Aku Menunggu.
  3. SERENADE (2007). Singles: Terlalu Indah, Persimpangan, Dan Biar Esok Menjadi Misteri.
  4. PERJALANAN TAK TERGANTIKAN (2009). Singles: Perjalanan Tak Tergantikan, Boleh Saja Benci, Meninggalkan Cerita Ini, Percaya.
  5. JINGGA SENJA DAN DERU HUJAN (2012). Singles: Sepanjang Jalan Kenangan, Bila Hatimu, Perempuan Hujan.

Personil :

Indra Prasta (Vokal, Gitar)

Aang Anggoro (Drum)

Ipul Bahri (Bass)

Iwan Tanda (Gitar, Vokal)

 

Single :

Terlatih Patah Hati feat. Endank Soekamti (2013)

Gagal Bersembunyi (2014)

Penawar Letih (2015)

 

Instagram             : therainband

Twitter                   : @therainband

FaceBook               : TheRain

YouTube                 : The Rain

Website                 : www.therain-band.com